7 Fakta Cooper’s Hill Cheese Rolling Race

velg mobil
velg mobil
velg mobil

Menurut velg mobil Cheese Rolling Race, salah satu pacuan yang buat geleng-geleng kepala. Dengan iming-iming keju Double Cheese Gloucester seberat 4 kg, orang-orang rela menjadi yang tercepat hingga di bawah bukit curam Cooper’s Hill. Mungkin tersiar konyol, tapi tidak boleh salah, pacuan ini telah menjadi kegiatan tahunan di bukit tersebut.

1. Berawal dari ritual musim panen warga lokal
Dilansir dari kitab Fotheringham’s Sporting Trivia karya Will Fotheringham, persaingan memburu keju yang diguling dari atas bukit initelah mulai semenjak sekitar 400 tahun yang lalu. Balapan ini menandakan mulainya musim panas, dan ritual guna meyakinkan hasil panen yang melimpah.

Begitu pula dikutip dari www.dailymail.co.uk, persaingan ini aslinya adalahritual pesta panen berdasar keyakinan Pagan. Setelah disorot oleh turis luar negeri, ritual ini tidak saja sebagai tradisi biasa, melainkanpersaingan yang dinanti sekian banyak pendatang.

2. Kompetisi yang dibuntuti orang dari sekian banyak penjuru dunia
Berbondong-bondong orang pergi ke bukit yang berlokasi dekat Brockworth, Inggris pada Spring Bank Holiday selama bulan Mei. Entah melulu untukmenyaksikan pertandingan, atau menjadi peserta. Bagi apa? Tentu saja berpartisipasi dalam ajang berburu keju ini.

Bukan melulu penduduk lokal yang datang, turis dari luar juga ikutmerasakan jalannya pertandingan. Kompetisi siapa sangat cepat ini tak elak menyebabkan sekian banyak macam gaya berlahiran ketika pesertamengawali kompetisi.

3. Balapan untuk semua kalangan
Dalam Cheese Rolling Race ini, terdapat sekian banyak kategori guna balapan. Ada pacuan laki-laki, wanita maupun dewasa. Tentu saja dengan adanya hadiah keju asli wilayah Gloutcester, tidak sedikit yangbersaing mengikuti persaingan ini. Apalagi ukuran kejunya yang besar. Semenjak tahun 1988, keju yang digunakan dalam persaingan inidiciptakan oleh Diana Smart, 83

4. Lokasi yang menantang
Seperti halnya kompetisi jasmani lain, cidera tidak jarang terjadi pada peserta. Begitu pula pada Cheese Rolling Race ini, kecelekaan pasti saja tak dapat dihindari menilik lokasi persaingan yang begitu curam. Apalagi semua peserta berlomba-lomba siapa yang sangat cepat. Untukmenanggulangi ini, koordinator selalu meluangkan unit kesehatan danlokasi tinggal sakit lokal sebelum mengawali kompetisi.

5. Kecelakan yang tak terhindari
Sedari awal, persaingan ini memang mengundang tidak sedikit perhatian. Dilihat dari segi lokasi serta pelaksanaan persaingan yang terbilang membahayakan orang-orang. Beberapa kemalangan masif pernah terjadi dalampersaingan ini. Sebut saja sejumlah kasus berikut.

Dilansir dari www.dailymail.co.uk, pada tahun 1997, sejumlah 33 orangmerasakan cidera. Orang-orang yang cidera dalam jumlah tidak sedikit ini, mengakibatkan kompetisi diurungkan untuk tahun berikutnya.

Saat itu, tidak saja peserta yang merasakan cidera, sejumlah penonton pun tergolong dalam 33 orang yang luka-luka. Kebanyakan dari merekamerasakan luka ringan, keseleo dan terdapat yang patah tulang.

6. Berbahaya namun tetap ditunggu-tunggu tiap tahun
Meskipun resiko cidera besar, orang-orang tidak berhenti berpartisipasi dalam Cheese Race ini. Memang, semenjak 2010 event ini tidak lagi ditata secara official. Setelah adanya sejumlah kasus tak mengenakkan sekitar kompetisi. Tapi, ajang pacuan memburu keju ini tetap dilaksanakan di Coppers Hill. Dan selalu unik minat orang-orang hingga sekarang.

7. Balapan keju lainnya di Inggris
Tak melulu di Copper’s Hill, dikutip dari wikipedia.com, satu lagi event cheese-rolling yang familiar di Inggris yaitu Chester Cheese Rolling walaupun dengan konsep yang bertolak belakang dari Copper’s Hill Cheese Race.

Copper’s Hill Cheese Rolling Race, tradisi yang terasa mengherankan tapi tetap jadi keseruan buat semua penonton, gimana menurutmu? Punya niat ikutan gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *